Nama : Yasna Rimah
Nim : 321200107
Makul : E-Learning Fisika
Dosen : Anita, SPd., M.Si.
BAHAN AJAR FISIKA
PENGUKURAN BESARAN
LISTRIK
Tujuan pembelajaran
Menjelaskan Pengertian Amperemeter dan dapat mengukur nilai arus
Menjelaskan Pengertian Voltmeter dan dapat mengukur nilai tegangan"
Menjelaskan Pengertian Ohmmeter dan dapat mengukur nilai tahanan
Pengukuran
besaran-besaran listrik meliputi Amperemeter, Voltmeter, dan Ohmmeter. Alat ukur
listrik adalah alat yang digunakan untuk mengukur besaran-besaran listrik
seperti kuat arus listrik (I), beda potensial listrik (V), hambatan listrik
(R). Alat ukur listrik ini ada yang berupa alat ukur analog dan ada juga yang
berupa alat ukur digital.
A. Ampermeter
Ampermeter adalah alat ukur listrik
yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik dalam suatu rangkaian tertutup.
Dalam pemasangannya, ampermeter ini harus dihubungkan paralel dengan sebuah
hambatan shunt Rsh. Pasangan hambatan shunt ini tidak lain bertujuan untuk
meningkatkan batas ukur galvanometer agar dapat mengukur kuat arus listrik yang
lebih besar dari nilai standarnya.
Cara Mengukur Arus (Amperemeter)
Untuk melakukan pengukuran ARUS yang
mesti diperhatikan yaitu Posisi terminal harus dalam kondisi berderetan dengan
Beban, Sehingga untuk melakukan pengukuran arus maka rangkaian mesti di Buka /
diputus / Open circuit dan kemudian menghubungkan terminal alat ukur pada titik
yang telah terputus tersebut. Pemasanngan yang benar dapat dilihat pada gambar:
B. Voltmeter
Voltmeter adalah alat ukur listrik yang digunakan
untuk mengukur beda potensial atau tegangan pada ujung-ujung komponen
elektronika yang sedang aktif, seperti kapasitor aktif, resistor aktif, dll.
Selain itu, alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur beda potensial suatu
sumber tegangan, seperti baterai, catu daya, aki, dll. Voltmeter dapat dibuat
dari sebuah galvanometer dan sebuah hambatan eksternal Rx yang dipasang seri.
Adapun tujuan pemasangan hambatan Rx ini tidak lain adalah untuk meningkatkan
batas ukur galvanometer, sehingga dapat digunakan untuk mengukur tegangan yang
lebih besar dari nilai standarnya.
Cara Mengukur
Tegangan (Voltmeter)
Pada saat
mengukur tegangan baik itu teggangan AC maupun DC, maka Alat ukur mesti di
pasang Paralel terhadap rangkaian. Maksud paralel adalah kedua terminal
pengukur ( Umumnya berwarna Merah untuk positif (+) dan Hitam untuk Negatif (-)
harus membentuk suatu titik percabangan dan bukan berjejer (seri) terhadap
beban. Pemasangan yang benar dapat dilihat pada gambar berikut:
C. Ohmmeter
Ohmmeter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk
mengukur hambatan suatu komponen, seperti resistor, dan hambatan kawat
penghantar. Tidak seperti ampermeter dan voltmeter, ohmmeter dapat bekerja
sesuai dengan fungsinya jika pada alat tersebut terdapat sumber tegangan,
misalnya baterai.
Cara Mengukur Ohmmeter
Yang mesti
diketahui saat pngukuran tahanan ialah JANGAN PERNAH MENGUKUR NILAI TAHANAN
SUATU KOMPONEN SAAT TERHUBUNG DENGAN SUMBER. Ini akan merusak alat ukur.
Pengukurannya sangat mudah yaitu tinggal mengatur saklar pemilih ke posisi
Skala OHM dan kemudian menghubungkan terminal ke kedua sisi komponen (Resistor)
yang akan di ukur.
Referensi
syifarifianti.blogspot.com/2014/04/voltmeter-dan-amperemeter.html
www.organisasi.org › Artikel › Fisika › ID › Ilmu Pengetahuan Alam
komputerizam.blogspot.com/.../pengertian-dan-fungsi-amperemeter.html
inosayriz.blogspot.com/.../jurnal-praktikum-fisika-amperemeter-dan.htm