Jumat, 19 Juni 2015

BAHAN AJAR PENGUKURAN BESARAN LISTRIK (UAS)




Nama   : Yasna Rimah
Nim     : 321200107
Makul  : E-Learning Fisika
Dosen  : Anita, SPd., M.Si.

 BAHAN AJAR FISIKA

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK
Tujuan pembelajaran
Menjelaskan  Pengertian Amperemeter dan dapat mengukur nilai arus
Menjelaskan  Pengertian Voltmeter dan dapat mengukur nilai tegangan"
Menjelaskan  Pengertian Ohmmeter dan dapat mengukur nilai tahanan

Pengukuran besaran-besaran listrik meliputi Amperemeter, Voltmeter, dan Ohmmeter. Alat ukur listrik adalah alat yang digunakan untuk mengukur besaran-besaran listrik seperti kuat arus listrik (I), beda potensial listrik (V), hambatan listrik (R). Alat ukur listrik ini ada yang berupa alat ukur analog dan ada juga yang berupa alat ukur digital.

A.    Ampermeter
Ampermeter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik dalam suatu rangkaian tertutup. Dalam pemasangannya, ampermeter ini harus dihubungkan paralel dengan sebuah hambatan shunt Rsh. Pasangan hambatan shunt ini tidak lain bertujuan untuk meningkatkan batas ukur galvanometer agar dapat mengukur kuat arus listrik yang lebih besar dari nilai standarnya.
Cara Mengukur Arus (Amperemeter)
Untuk melakukan pengukuran ARUS yang mesti diperhatikan yaitu Posisi terminal harus dalam kondisi berderetan dengan Beban, Sehingga untuk melakukan pengukuran arus maka rangkaian mesti di Buka / diputus / Open circuit dan kemudian menghubungkan terminal alat ukur pada titik yang telah terputus tersebut. Pemasanngan yang benar dapat dilihat pada gambar:


B.     Voltmeter
Voltmeter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur beda potensial atau tegangan pada ujung-ujung komponen elektronika yang sedang aktif, seperti kapasitor aktif, resistor aktif, dll. Selain itu, alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur beda potensial suatu sumber tegangan, seperti baterai, catu daya, aki, dll. Voltmeter dapat dibuat dari sebuah galvanometer dan sebuah hambatan eksternal Rx yang dipasang seri. Adapun tujuan pemasangan hambatan Rx ini tidak lain adalah untuk meningkatkan batas ukur galvanometer, sehingga dapat digunakan untuk mengukur tegangan yang lebih besar dari nilai standarnya.

Cara Mengukur Tegangan (Voltmeter)
Pada saat mengukur tegangan baik itu teggangan AC maupun DC, maka Alat ukur mesti di pasang Paralel terhadap rangkaian. Maksud paralel adalah kedua terminal pengukur ( Umumnya berwarna Merah untuk positif (+) dan Hitam untuk Negatif (-) harus membentuk suatu titik percabangan dan bukan berjejer (seri) terhadap beban. Pemasangan yang benar dapat dilihat pada gambar berikut:



C.    Ohmmeter
Ohmmeter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur hambatan suatu komponen, seperti resistor, dan hambatan kawat penghantar. Tidak seperti ampermeter dan voltmeter, ohmmeter dapat bekerja sesuai dengan fungsinya jika pada alat tersebut terdapat sumber tegangan, misalnya baterai.

Cara Mengukur Ohmmeter
                      Yang mesti diketahui saat pngukuran tahanan ialah JANGAN PERNAH MENGUKUR NILAI TAHANAN SUATU KOMPONEN SAAT TERHUBUNG DENGAN SUMBER. Ini akan merusak  alat ukur. Pengukurannya sangat mudah yaitu tinggal mengatur saklar pemilih ke posisi Skala OHM dan kemudian menghubungkan terminal ke kedua sisi komponen (Resistor) yang akan di ukur.

Referensi
syifarifianti.blogspot.com/2014/04/voltmeter-dan-amperemeter.html
www.organisasi.org › Artikel › Fisika › ID › Ilmu Pengetahuan Alam
komputerizam.blogspot.com/.../pengertian-dan-fungsi-amperemeter.html
inosayriz.blogspot.com/.../jurnal-praktikum-fisika-amperemeter-dan.htm